InPonsel Mobile
Game Jalak dan Pora, Pelindung Satwa Liar
— 11 Jul 2015 12:38

Sabtu, 11 Juli 2015 | 12:38 WIB


TEMPO.CO, Bandung - Perkumpulan peduli satwa Indonesian Society For Animal Welfare (ISAW) menghadirkan game yang diharapkan mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa liar. Pada game tersebut terdapat dua tokoh satwa, yaitu burung jalak dan ikan pora, yang akan mengingatkan masyarakat untuk ikut melestarikan mereka.

Game tersebut dikembangkan oleh Miracle Gates Studio dan NED Studio untuk menjawab tantangan yang dilontarkan lewat Dicoding.com dalam memenuhi kebutuhan pasar. Dicoding.com merupakan teknologi lokal yang berfungsi menjembatani para ahli di bidang masing-masing dengan para pengembang aplikasi di Indonesia.

"Kami berharap permainan ini akan membuat masyarakat semakin sadar betapa kritisnya situasi jalak Bali, yang hampir punah karena perburuan dan penyelundupan," ujar Orlando Nandito, pendiri Miracle Gates Studio, saat dihubungi melalui telepon, Sabtu, 11 Juli 2015.

Petualangan yang disajikan dari permainan tersebut diharapkan dapat menyampaikan tiga pesan kepada publik. Pertama, perburuan dan penyelundupan membuat satwa liar semakin terancam. Kedua, pengurungan satwa liar di dalam sangkar menyakiti satwa itu. Ketiga, keberlangsungan hidup satwa liar merupakan tanggung jawab semua orang.

Menurut Kinanti Kusumawardani, Direktur Eksekutif  ISAW, bentuk cinta dan sayang terhadap satwa liar yakni membebaskan dan membiarkan mereka hidup di alam. Dan, bukan memelihara mereka dengan mengurung, bahkan memajang mereka sebagai hewan yang diawetkan di lemari kaca. "Kami mencoba mengedukasi masyarakat melalui game yang universal, bermitra dengan Dicoding.com dan pemenang Indonesia Wildlife Games Challenge.”

Game ini dapat diunduh gratis lewat Play Store di Android. Aplikasi ini diharapkan juga bisa menyebarkan  informasi tentang kekejaman yang dialami satwa liar tersebut. Mereka menyasar anak muda, yang umumnya menjadi pembeli satwa liar.

"Salah satu cara memberantas perdagangan satwa liar adalah dengan menurunkan permintaan melalui pemberdayaan cara-cara kreatif penyadaran masyarakat,” kata Kinanti. 


DWI RENJANI

512
512